You are here: Home Article Mutiara dari Ujung Barat Indonesia

PB FORKI

Mutiara dari Ujung Barat Indonesia

E-mail Print PDF

MOKI - Sabang,….
Sebagai daerah perbatasan dan pulau terluar batas wilayah RI yang mempunyai wilayah Pemerintahan Kota terkecil di Indonesia, Kota Sabang menjadi Basis wilayah Pertahanan ujung barat dan perlu diperkuat oleh TNI AL yang secara bertahap kelasnya di perbesar, kalau diawalnya hanya Stasiun Angkatan Laut, dinaikkan menjadi Pangkalan TNI Angakatn Laut (Lanal), begitu juga kelas Fasharkan.
Sejak TNI AL ditempatkan di wilayah Pulau Weh menjaga pertahanan wilayah Laut ujung barat Indonesia, olahraga beladiri Karate aliran INKAI secara bertahap berdiri di ujung barat perbatasan RI, dan kalau dilihat dari sejarah INKAI maka Kota Sabang sebagai pelopor dan pendiri aliran INKAI di Provinsi Aceh melalui Prajurit TNI AL.

Di era tahun 70 Dojo Inkai Lanal yang dulu pelatihannya hanya bagi keluarga besar TNI AL mulai dikembangkan oleh prajurit TNI AL dengan cara menerima murid baru bagi warga Sabang, walaupun olah raga ini belumlah setenar olahraga lainnya namun berkat kegigihan prajurit secara perlahan mulai berkembang dengan mengirimkan atletnya mewakili Sabang diajang PORDA dan aliran karate saat itu hanya ada di Dojo INKAI  Lanal Sabang.

Meskipun belum menuai hasil namun nama Dojo Inkai Lanal mulai dikenal di Aceh, Kopral (alm) Syamsul Arifin cs  sebagai prajurit yang mencintai olahraga karate mulai getol melatih para murid di gedung olahraga Lanal Sabang termasuk Kopral Didi Sasmita yang sekarang telah menjadi Pelatih, namun saat itu masih bersekolah di tingkat Sekolah Dasar dan orang tuanya juga salah satu prajurit di TNI AL Sabang. 

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan olahraga di kota Sabang semakin pesat dengan berdirinya berbagai macam cabang olahraga, termasuk di cabang karate yang alirannya semakin bertambah dan persainganpun semakin meningkat pula. Prestasi Dojo Lanal Sabang di tingkat Sabang dan Provinsi Aceh belum lagi ditakuti kekuatannya sebab system pelatihan belumlah seperti sekarang ini, begitu juga Gashuku (kenaikan tingkat) masih terbilang lamban.

Prestasi pembinaan Dojo Lanal Sabang dapat dibagi dalam beberapa tahap dengan gambaran prestasi sebagai berikut :
1). Era tahun 1960 s/d 1970
Pembinaan atlet di Dojo Lanal hanya untuk kalangan Prajurit TNI AL dan keluarga besar Lanal Sabang sebab, masa itu Dojo masih belum kokoh kepengurusannya dan olahraga beladiri INKAI masih pencitraan dikalangan sendiri.

2). Era Tahun 1971 s/d tahun 1999
Pembinaan Atlet Dojo INKAI telah mulai diperluas kekalangan masyarakat Sabang dan sambutan masyarakat terhadap olahraga karate aliran INKAI sangatlah baik sebab, para Atlet yang dulunya masih tahap belajar secara bertahap telah bisa menjadi pelatih meskipun untuk Gashuku (kenaikan tingkat) masih lamban karena minimnya turnamen antar perguruan sehingga untuk mencapai sabuk Hitam sangatlah sulit.

Simpey Alm. Kopral Syamsul Arifin telah melahirkan simpey baru seperti A liong, Imam (anak. Alm. Peltu Sugiri) yang menjadi pelopor Dojo untuk melakukan pembinaan bagi pekarate baru terutama anak junior, namun prestasi atlet belumlah dapat diandalkan di even even tingkat Provinsi.

3). Zaman Tahun 2000 s/d 2006
Pembinaan pelatihan bagi atlet mulai mengarah ke prestasi tetapi hanya prestasinya untuk di tingkat Kota Sabang. Simpey Ir. Kumari salah seorang yang dibina oleh Simpey Syamsul Arifin, Aliong dan Imam mulai merintis kegiatan senior, dan sebagai anak seorang PNS di Lanal Sabang, dia mencoba melanjutkan program Dojo meskipun prestasi Atlet belum lagi memuaskan namun mulai banyak mengikuti even di tingkat provinsi.
 4). Zaman Keemasan Tahun 2007 s/d Sekarang
Pembinaan atlet mulai berprestasi dengan sistem pelatihan yang modern dan hasilnya Dojo Lanal telah mulai dikenal dan menjadi Tim Elit Karate di tingkat Peovinsi dan Regional. Hal tersebut karena Simpey Kopka Didi Sasmita yang dulunya salah seorang binaan Simpey Syamsul Arifin, simpey A liong di Dojo lanal Sabang dipindah tugaskan ke lanal Sabang.

Sebagai anak salah seorang Purnawirawan TNI AL Lanal Sabang Serma Thabroni, yang dibesarkan di Kota Sabang, Kopral Didi Sasmita mulai bertekad memajukan Dojo Lanal tempat awalnya berlatih dan dengan berbekal pendalamannya di INKAI tempatnya selama ini ditugaskan.

Dia mulai menata system kepelatihan secara modern dengan cara mengutamakan belajar Kata yang tingkat kesulitannya lebih banyak dan lebih menantang, kemudian pelatihan Kumite lebih ditingkatkan dengan cara memperbanyak jam waktu berlatih.

Pelatihan lebih difokuskan dari anak usia dini sampai dengan sekolah lanjutan dan untuk tahap sekolah menengah diminta bersama-sama membina atlet pemula agar jalinan sesama atlet lebih terjalin dan rasa ingin maju dengan persaingan yang sehat, dan hasilnya nyaris disetiap even yang diikuti baik tingkat Propinsi, Regional selalu mendulang medali.

“Mutiara dari Ujung Barat” yang dulu belum bersinar, kini mulai menampakkan cahanya setelah digosok dan diasah secara teratur, gemerlap biasnya telah kelihatan dan mulai dipandang elok oleh yang melihat. Dojo Lanal telah menjadi perhitungan di setiap even yang dilaksanakan oleh Forki baik Even tingkat Provinsi, Regional maupun Nasional. Dan hal itu dapat kita lihat dalam daftar prestasi yang ditampilkan hanya dari tahun 2009 s/d 2013 karena terlalu banyaknya prestasi yang diraih Dojo Lanal Sabang.

Prestasi di tahun 2009 pada Kejuaraan Terbuka NAD bulan januari meraih 3 medali Emas, 6 Perak dan 14 medali Perunggu dengan rincian, Cut Navy (SDN 16) raih 1 emas + 1 perunggu, Yaumil (SMPN 5) 1 Emas, Ardiansyah (SMAN I) 1 Emas. Dini L (SMPN I) raih 1 Perak + 1 Perunggu, Agusmuhardiman 1Perak + 1 Perunggu, Mira Nanda 1 perak + 1 Perunggu, Theo Paska (SMPN 2), Erikson (SMPN 2), dan Fadhila Yunus masing-masing raih 1 medali perak.  Heru raih 2 Perunggu, Tri Wahyudianto, Elroy, Priyo Wibisana, M. Maulana, Joko Pratomo, Maulinawati, dan Anggun Lesatri masing masing raih 1 medali Perunggu.

Selanjutnya pada Kejuaraan INKAI Belawan Cup 2009 berhasil meraih 6 medali Emas, 4 Perak dan 8 medali Perunggu, para peraih medali Emas adalah Cut Mutia, Priyo Wibisana + 1 Perak, Theo Paska + 1 perunggu, Siska, Adven, Heru. S.  Yang meraih medali Perak adalah Bambang Purnomo + 1 Perunggu, Ardiansyah, Molinawati,. Dan yang meraih medali perunggu Cut Navy 2 medali, Miranda, Erikson, dan Mentari.
Diawal tahun 2010 pada Kejuaraan Piala Irwandi Yusuf, Dojo INKAI LANAL kembali raih prestasi dengan mendulang medali sebanyak 22 dengan rincian medali emas 6, perak 7 dan 9 perunggu. Pada tahun yang sama Atlet Dojo Lanal berhasil meraih Juara Umum pada Kejuaraan Terbuka Karate Piala Dinkes Aceh dengan memperoleh medali sebanyak 20 medali terdiri dari 10 medali emas, 6 Perak dan 4 medali perunggu.

Sementara itu sebelum meraih prestasi ini, salah seorang Atlet Dojo Lanal an. Theo Paska anak dari Yannes salah seorang PNS Lanal Sabang, setelah berhasil meraih medali Emas di O2SN di tingkat Provinsi Aceh tahun 2008, selanjutnya mengikuti even O2SN di tingkat Nasional di Jakarta dan dia berhasil meraih medali perunggu.

Selanjutnya Dojo INKAI juga berhasil meraih juara Umum serta peroleh Best of The Best an. Siska dan Mayka di Kejuaraan Piala LEMKARI SeSumbagut di Medan Sumatera Utara tahun 2011. Medali yang diperoleh sebanyak 15 medali terdiri dari 8 medali emas, 2 Perak dan 5 Medali Perunggu yang disumbang oleh, Dandi, Cut Navy Aulia, Bambang Purnama, Siska, Mayka, Arisandi, Apli, Erikson, Cut Rahmadhani Aulia, Cut Mutia Aulia, Theo Paska, Anggun Lestari, dan Yudi Ilham.

5). Era Pergantian Ketua Dojo INKAI LANAL Tahun 2012.
Kolonel (P) Imam Musani, SE, selaku Pembina Dojo INKAI mengambil sikap untuk mengganti kepengurusan Dojo INKAI karena Pergeseran Ketua Dojo INKAI Lanal, dr. Hisnindarsyah S.Km selaku Ka. Rumkital J Lilypory Sabang. Hasil dari keputusan rapat Dojo dan atas dasar hal tersebut dilakukan pemilihan Ketua Dojo yang baru, kemudian atas persetujuan Komandan LANAL Sabang ditunjuk Mayor Laut (E) Idral Fiter ST untuk memimpin Dojo INKAI LANAL Sabang.

Memasuki awal kepengurusan baru tahun 2012, Dojo INKAI kembali menoreh prestasi pada ajang Kejuaraan “ Aceh Open Wadokai Championship “ yang dilaksanakan dari tgl 30 maret s/d 01 April tahun 2012 di Banda Aceh. Hasil yang diperoleh di even ini meraup 27 Medali yang terdiri dari  13 Medali Emas, 11 Perak dan 5 Medali Perunggu serta 4 orang Atlet meraih “ Besty of The Best “ an. Cut Putri, Mayka, Faranita Marsela dan Egga Akbarsyah.

Diakhir tahun 2012 Dojo INKAI ada mengikuti 2 (dua) kegiatan penting yaitu Gashuku di Provinsi Jambi dan Kejuaraan Karate Piala Wakil Gubernur Aceh dan Piala Ketua FORKI Aceh di Banda Aceh. Pada Gashuku & Ujian DAN Zona I Sumatera Di Prov. Jambi 8 orang Atlet lulus dengan hasil sangat memuaskan dari Kyu I ke DAN I Nasional, mereka yang berhasil lulus adalah, Mayor Laut (T) Idral Fiter (Ketua Dojo Lanal), Firman, Sofyan, Erikson, Edo Ilham, Harry Sandi Oktariana, Romadoni serta Yudi Irawan.

Pada even Karate Piala Wakil Gubernur dan Ketua FORKI Aceh Dojo kembali meraih juara umum dengan jumlah medali sebanyak 36 Medali terdiri dari, 14 Medali Emas, 9 Perak dan 13 Medali Perunggu yang diperoleh, Firman 2 emas, Romadoni 2 emas, Yudi Kurniawan 2 emas + 1 perunggu, Anggun Lestari 1 emas + 1 Perak, Siska 1 emas + 1 perak, Cut Mutia 1 emas + 1 perunggu, Cut Navy 1 emas + 1 perunggu, Yudi Kurniawan 1 emas + 1 perunggu, Bambang 1 emas + 1 perunggu, Yaumil 1 emas dan Ari 1 medali emas.

Selanjutnya Medali Perak diraih oleh, Yayang Sabila 2 perak, Alfin Syahri 1 perak + 1 perunggu, Theo Paska 1 Perak + 1 perunggu, Erikhson 1 perak + 1 perunggu, Mayka 1 perak dan Edo Ilham 1 perak. Peraih medali perunggu Cut Aulia 2 perunggu, Harry Sandi, Yudi, Liza Ratna Sari serta Wahyu Arif masing-masing 1 medali perunggu.

Gebrakan Ketua baru Dojo INKAI Lanal Sabang Mayor Fiter ditahun 2012 dilanjutkannya pula pada program tahun 2013 dengan cara memimpin langsung menjadi Manager Tim Dojo pada even kejuaraan yang diikuti seperti Kejurnas INKAI dan Gashuku bulan mei 2013 yang lalu di Jakarta. Hasil yang diperoleh pada Kejurnas an, Cut Damayanti meraih Medali Emas di Kumite Perorangan junior Putri 55 Kg, dan Bambang Purnomo meraih medali Perunggu pada Kumite perorangan junior Putra 60 kg.

Untuk Gashuku ujian kenaikan tingkat dari Kyu I ke DAN I Nasional pada ajang Kejurnas adalah Mayor Laut (T) Nelson Ginting SH, ST (Ketua Harian Dojo INKAI Lanal Sabang) serta Pekarate kembar Fadlul Reza dan Fadlul Rezi sebagai peserta termuda yang lulus dari Kyu I ke DAN I Nasional.

Dojo INKAI LANAL kembali mengikuti Kejuaraan karate FORKI Kota Langsa bulan Juni tahun 2013 di Kota Langsa dengan Manager Mayor Laut (T) Idral Fiter dan Pelatih Mayor Laut (T) Nelson Ginting SH,ST, di even ini medali yang diperoleh sebanyak 20 medali dengan rincian 8 medali emas, 2 perak dan 10 perunggu.

Adapun Atlet – atlet yang meraih medali Emas adalah sbb, Cut Navy raih 2 emas, Fadlul Reza 1 emas + 1 perak, Cut Aulia Rahmadani 1 emas, Yudi Ilham 1 emas, Edo Ilham 1 emas , Rangga 1 emas serta Dandi 1 emas. Peraih medali Perak, Sarah Lisfiza 1 perak + 1 perunggu, sementara yang meraih medali Perunggu adalah, Cut Mutia Aldisa 2 perunggu, Yudi Kurniawan 2 perunggu, Mayka, Harry Sandi, Fadlul Rezi, Murshal dan M. Ikbal masing-masing meraih medali perunggu .

Dengan prestasi yang dimiliki Dojo selama ini maka pengurus Dojo kembali mengirimkan atletnya untuk bertarung di Kejuaraan INKAI Wilayah Zona I Sumatera di Kota Padang Sumatera Barat. Atlet yang dikirim untuk mengikuti kejuaran kali ini jumlah hanya 13 (tiga belas) orang Atlet.  Namun hasil yang diperoleh sangat memuaskan dengan mendulang medali sebanyak 22 medali.

Jumlah rincian perolehan medali adalah sebagai berikut : 9 medali emas, 7 medali perak dan 6 medali perunggu dan menjadikan Dojo INKAI Lanal menduduki juara umum urutan ke 3 dari 10 Provinsi INKAI yang ada di Sumatera.

Para Atlet Dojo peraih medali adalah sebagai berikut, Cut Damayanti 2 emas, Suci Pradipta 2 emas, Cut Navi 1 emas + 2 perak, M. Ikbal 1 emas + 1 perak, Riskania 1 emas + 1 perunggu, Sarah Lisfiza 1 emas + 1 perunggu, Yudi Ilham 1 emas + 1 perunggu, Rangga 1 emas, Cut Putri 1 emas. Medali Perak diraih oleh, Fadlul Reza + 1 perunggu, Cut Mutia aldifa 1 perak, sementara untuk peraih medali perunggu, Fadlul rezi, Dandi serta Ziran.

Dari hasil prestasi Atlet yang diperoleh Dojo Lanal Sabang, ada beberapa anak Prajurit TNI AL Lanal Sabang yang berprestasi dan menjadi atlet andalan INKAI baik untuk tingkat Dojo, Pengcab, dan Penprov INKAI Aceh, nama-nama Atlet tersebut adalah, Cut Navy, Cut Mutia , Cut Aulia Rahmadani anak dari  Kopka Didi Sasmita, Theo Paska anak dari Yannes PNS Lanal Sabang, Sarah Resfiza anak dari Mayor Laut (E) Idral Fiter, Ziran anak dari Mayor Jefri (Pasi Intel Lanal Sabang), Romadoni anak dari Serma

Sarah Lisfiza, meskipun dia mengenyam pendidikan SD di Kota Medan namun dia menimba ilmu bela diri Katare di Dojo INKAI di Kota Sabang tempat orangtuanya bertugas, semenjak dia menimba ilmu dengan simpey Didi Sasmita, kemajuan yang didapatnya sangatlah pesat sebab, materi pelatihan yang diajarkan dapat cepat dicerna sehingga saat berlatih tidak menimbulkan kejenuhan melainkan menambah semangat berlatih.

(Wapemred)
keterangan Foto  :
1. Para Atlet dan Personil Lanal Sabang serta Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Imam Musani, SE berfoto bersama keika para Atlet Dojo Lanal Sabang berhasil meraih juara Umum II di Walikota Cup Langsa tahun 2013.

2. Para Atlet berlatih Dojo INKAI Lanal bersama dipimpin oleh Simpey Mayor Ginting ST, SH.

3.Dan Lanal Sabang selaku Pembina ketika melakukan kunjungan ke Dojo Inkai Lanal .
 
4. Para atlet sepulang dari Piala Walikota Cup Kota langsa.
 
Sumber : KabarInvestigasi
Last Updated ( Thursday, 13 March 2014 13:38 )  

Banner


Myanmar, Desember 13-15, 2013
Download PDF
WKF Approved Homolagated Items