You are here: Home Article Dirut BRI Resmi Bersabuk Hitam DAN VI

PB FORKI

Dirut BRI Resmi Bersabuk Hitam DAN VI

E-mail Print PDF

Jakarta – Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Asmawi Syam resmi mendapat kehormatan berupa kenaikan tingkat menjadi sabuk hitam DAN VI dari Pengurus Besar Institut Karate-Do Nasional (PB Inkanas).

Ketua Dewan Guru, Ellong Tjandra menyematkan sabuk hitam DAN VI karate kepada CEO BRI tersebut. Selain itu, Asmawi juga mendapat sertifikat kenaikan tingkat yang diserahkan Ketua Majelis Tinggi Dewan Guru Inkanas, Widjoyo Soejono di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Minggu (20/12).

"Ini sebuah pencapaian yang tinggi bagi siapa pun atlet karate. Yang membanggakan bagi saya, kenaikan tingkat ini bukan diterima atau jatuh dari langit begitu saja. Pemberian sabuk hitam DAN VI dari Inkanas ini harus melalui pengujian, bahwa saya memang benar-benar layak menerimanya," kata Asmawi didampingi Ketua Harian PB Inkanas Irjen Pol Condro Kirono dan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olah Raga Karate Indonesia (PB FORKI) Jend TNI Gatot Nurmantyo.

Bagi Asmawi, karate bukan olahraga biasa, yang hanya berupa olah fisik dan penguasaan seni membela diri semata. Baginya, nilai-nilai yang terkandung melalui filosofi bushido yang ada dalam olahraga karate diyakini ikut membentuk karakter dirinya hingga menjadi dirinya yang sekarang. Kesuksesan dalam meniti kariernya hingga menduduki jabatan tertinggi di Bank BRI pun sangat dipengaruhi kecintaannya pada dunia karate.

"Gaya kepemimpinan saya sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai kesederhanaan, kesetiaan, dan kehormatan yang semuanya merupakan nilai inti bushido. Hampir semua tugas di pekerjaan yang ditugaskan, saya laksanakan dengan berprinsip pada nilai-nilai tersebut. Itu membuat saya mampu menyelesaikan berbagai tugas dengan baik," ungkapnya

Sebagaimana diketahui, bahwa selain nilai inti bushido yang berupa kesederhanaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri, dan kehormatan sampai mati, bushido juga memiliki 7 prinsip kebajikan yakni, kesungguhan (gi), keberanian (yu), kebajikan (jin), penghargaan (rei), kejujuran (makoto), kehormatan (meiyo), dan kesetiaan (chūgi).

"Kenaikan tingkat ini adalah pengakuan membanggakan atas dedikasi dan kemampuan saya sebagai seorang karateka. Saya berharap, ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk selalu melakukan aktivitas-aktivitas yang positif, karena hal tersebut bisa membentuk kepribadian yang lebih baik, yang akan berguna dan akan turut menentukan masa depan mereka," tutupnya. 

Sumber :  http://www.beritasatu.com/

 

Banner


Myanmar, Desember 13-15, 2013
Download PDF
WKF Approved Homolagated Items