You are here: Home Article

PB FORKI

Article

Bankir Sabuk Hitam yang Nyaris Jadi Komandan Satpam

E-mail Print PDF

Berkarya di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sejak tahun 1970- an, Asmawi Syam dikukuhkan sebagai direktur utama perseroan pada pertengahan Maret 2015. 

Perjalanan karier yang panjang dengan beragam dinamika menyertainya. Tak banyak yang tahu, Asmawi Syam merupakan atlet olahraga bela diri karate. Di pinggangnya melingkar sabuk hitam yang merupakan tingkatan tertinggi dalam bela diri karate. Saking lekatnya dengan karate, jejak karier alumni Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar ini bahkan tak bisa dipisahkan dari karate.

”Saya ini kan sejak remaja dilatih untuk disiplin, pantang menyerah, dan sportif, tentunya ini terbawa di dalam diri saya ketika memimpin Bank Rakyat Indonesia. Jiwa pantang menyerah, sportif, selalu kita junjung tinggi,” ujar Asmawi Syam kepada sejumlah media, termasuk KORAN SINDO , Rabu (2/12) malam lalu di London, Inggris. Bukan semata soal spirit, kemampuan karate Asmawi juga benar-benar menunjang kariernya di awal-awal bergabung dengan BRI. 

Suatu ketika, tahun 1980-an, Direktur Utama BRI waktu itu Kamardi Arief meminta Asmawi untuk menyelesaikan masalah kredit di Garut, Jawa Barat. ”Kenapa saya dipilih? Saat itu yang dibutuhkan di Garut adalah pemimpin yang mempunyai keberanian dan figur yang kuat untuk menghadapi makelar yang bermasalah.” Kemampuan bela diri menjadi modal utama bagi siapa pun untuk ditempatkan di daerah tersebut lantaran debitur yang dihadapi saat itu bahkan berani meneror kepala cabang BRI. 

Pertemanannya dengan Kapolres Garut membuat Asmawi Syam diminta untuk menjadi pelatih polisi di sana. ”Setiap kali latihan banyak orang yang menonton kami latihan. Ternyata salah satu bodyguard debitur itu juga adik seperguruan karate. Akhirnya urusan dengan debitur bermasalah itu selesai dalam waktu tiga bulan. Padahal, Pak Kamardi saat itu memperkirakan rampung dalam tempo tiga tahun,” tutur pria kelahiran Makassar ini. 

Pada 2007 peraih Magister Manajemen dari UniversitasPadjadjaran Bandung ini masuk jajaran direksi BRI. Asmawi dipercaya sebagai direktur bisnis kelembagaan BRI. Selama tujuh tahun dia mengemban jabatan tersebut sebelum akhirnya menjadi pelaksana tugas dirut BRI menggantikan Sofyan Basir yang ditunjuk pemerintah menjadi direktur utamaPTPLN(Persero). 

Pada Maret2015 rapat umum pemegang saham (RUPS) resmi mengukuhkan dirinya sebagai orang nomor satu di BRI. Mengenang perjalanan kariernya, Asmawi teringat karate. ”Kalau mengenangperjalanan karier saya dan karate, banyak yang dapat saya raih, termasuknyaris menjadi komandan satpam BRI,” ungkapnya. Ceritanya, suatu ketika, sebagai atlet karate nasional, Asmawi meminta izin bertanding di Australia. Namun, dirut BRI tak setuju. 

Bila membangkang, sang atasan akan menempatkannya sebagai komandan satuan pengamanan. Demi karier dan loyalitas, akhirnya Asmawi mengurungkan kepergiannya ke Negeri Kanguru. 

”Untung juga saya tak memilih berangkat ke Australia.” Pekan ini Asmawi kembali giat berlatih karate. Dia bersiap untuk ujian kenaikan tingkat. ”Saya akan ujian Dan 6. Ini bukan kategori penghargaan, tapi benar-benar prestasi. Saya akan menjalani pertarungan dengan lawan,” ungkapnya. 

Sumber :  http://www.koran-sindo.com/

 

Karateka Jadi Contoh Revolusi Mental‏

E-mail Print PDF

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Karateka dapat menjadi contoh revolusi mental di masyarakat. Sumpah Karate pun harus menjadi komitmen untuk membedakan Karate-Ka dengan orang awam. Harapan tersebut disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, saat membuka Gashuku (latihan bersama, red) dan ujian sabuk hitam Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (14/5/2015).

“Saya harap Karate-Ka INKANAS dapat menjadi contoh di masyarakat sebagai revolusi mental dan menjadikan sumpah karate sebagai komitmen untuk menjadi orang yang berbeda dengan orang umum yang bukan Karate-Ka,” kata Badrodin yang juga Ketua Umum PB INKANAS dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Jumat (16/5/2015).

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang eksistensi INKANAS dalam mengembangkan kualitas dan prestasi dalam forum nasional dan internasional. Badrodin juga berharap perguruan karate INKANAS dapat menyebar di berbagai asrama dan kesatuan POLRI. Ujian DAN untuk wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta akan berlangsung selama tiga hari.

Gashuku dipimpin oleh Shihan Ellong Tjandra. Kegiatan akan ditutup pada Minggu (17/5/2015) mendatang, diikuti oleh 152 Karateka, 32 Karateka Dan II, dan 11 orang Karateka Dan III.   Penulis: Deodatus Pradipto  Editor: Toni Bramantoro 

Last Updated ( Sunday, 20 December 2015 08:19 )
 

Dirut BRI Resmi Bersabuk Hitam DAN VI

E-mail Print PDF

Jakarta – Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Asmawi Syam resmi mendapat kehormatan berupa kenaikan tingkat menjadi sabuk hitam DAN VI dari Pengurus Besar Institut Karate-Do Nasional (PB Inkanas).

Ketua Dewan Guru, Ellong Tjandra menyematkan sabuk hitam DAN VI karate kepada CEO BRI tersebut. Selain itu, Asmawi juga mendapat sertifikat kenaikan tingkat yang diserahkan Ketua Majelis Tinggi Dewan Guru Inkanas, Widjoyo Soejono di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Minggu (20/12).

"Ini sebuah pencapaian yang tinggi bagi siapa pun atlet karate. Yang membanggakan bagi saya, kenaikan tingkat ini bukan diterima atau jatuh dari langit begitu saja. Pemberian sabuk hitam DAN VI dari Inkanas ini harus melalui pengujian, bahwa saya memang benar-benar layak menerimanya," kata Asmawi didampingi Ketua Harian PB Inkanas Irjen Pol Condro Kirono dan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olah Raga Karate Indonesia (PB FORKI) Jend TNI Gatot Nurmantyo.

Bagi Asmawi, karate bukan olahraga biasa, yang hanya berupa olah fisik dan penguasaan seni membela diri semata. Baginya, nilai-nilai yang terkandung melalui filosofi bushido yang ada dalam olahraga karate diyakini ikut membentuk karakter dirinya hingga menjadi dirinya yang sekarang. Kesuksesan dalam meniti kariernya hingga menduduki jabatan tertinggi di Bank BRI pun sangat dipengaruhi kecintaannya pada dunia karate.

"Gaya kepemimpinan saya sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai kesederhanaan, kesetiaan, dan kehormatan yang semuanya merupakan nilai inti bushido. Hampir semua tugas di pekerjaan yang ditugaskan, saya laksanakan dengan berprinsip pada nilai-nilai tersebut. Itu membuat saya mampu menyelesaikan berbagai tugas dengan baik," ungkapnya

Sebagaimana diketahui, bahwa selain nilai inti bushido yang berupa kesederhanaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri, dan kehormatan sampai mati, bushido juga memiliki 7 prinsip kebajikan yakni, kesungguhan (gi), keberanian (yu), kebajikan (jin), penghargaan (rei), kejujuran (makoto), kehormatan (meiyo), dan kesetiaan (chūgi).

"Kenaikan tingkat ini adalah pengakuan membanggakan atas dedikasi dan kemampuan saya sebagai seorang karateka. Saya berharap, ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk selalu melakukan aktivitas-aktivitas yang positif, karena hal tersebut bisa membentuk kepribadian yang lebih baik, yang akan berguna dan akan turut menentukan masa depan mereka," tutupnya. 

Sumber :  http://www.beritasatu.com/

 

Gubernur Sumbar Kembali Latihan Karate Rutin

E-mail Print PDF

dakwatuna.com – Padang. Gubernur Irwan Prayitno begitu paham memainkan jurus karate. Itu terlihat saat melakukan sesi latihan bersama tiga senpai (guru) Perguruan Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Sumatra Barat, Jumat (5/4) malam di gubernuran.

Tiga guru itu, senpai Subarnito, Munandar Maska dan Rino Marzuki. Nama terakhir ini adalah mantan karateka PON Sumbar di nomor kata (jurus) yang kini berdinas sebagai guru di SMPN 4 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan.

Saat memainkan kata shoto uke (tangkisan dengan pisau tangan) orang nomor satu di Ranah Minang itu tidak kaku sedikit pun. Maklum, mantan Ketua DPR-RI Komisi X, masa muda sudah berlatih olahraga beladiri asal Jepang itu. “Jujur saja banyak juga yang lupa jurus, makanya saatnya lagi kembali kita asah,” kata Irwan yang sekali sepekan akan kembali berlatih karate.

Pada Sabtu (6/4) malam, Irwan Prayitno kembali berlatih di Lapangan Bulutangkis Azkia, Kuranji. “Sabtu malam Pak Gubernur kita ini kembali meminta berlatih di lapangan Bulutangkis Azkia, Kuranji. Banyak juo paluah Pak Irwan kalua,” kata Subarnito.

Pada pelaksanaan Kejurda Inkanas di Kampus IPDN Sumbar, Baso Agam awal Maret lalu, Pengda Inkanas Sumbar telah memberikan sabuk DAN kehormatan kepada Irwan Prayitno. Hari itu Ketua Umum Pengda Inkanas Sumbar, Suprapto menyematkan black label DAN kehormatan tersebut. Agenda latihan Gubernur itu bakal ditetapkan setiap Jumat di gubernuran dan pada Sabtu malam di lapangan Bulutangkis Azkia, Kuranji.  (singgalang)

Redaktur: Ardne 

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 27

Banner


Myanmar, Desember 13-15, 2013
Download PDF
WKF Approved Homolagated Items